Mencari Tahu Tentang Rahasia Khusyuk Dalam Shalat
Seorang ahli ibadah bernama Isham bin Yusuf dia sangat warak dan khusyuk shalatnya. Namun dia selalu khawatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dam selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih baik ibadahnya demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasakan kurang khusyuk. Pada suatu hari Isham menghadiri Majlis seorang abid bernama Hatim Al-Asham (237 H/851 M) dan bertanya : “wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan shalat ?, Hatim berkata : “apabila masuk waktu shalat aku berwudhu’ zahir dan batin”. Isham bertanya : “bagaimana wudhu’ zahir dan batin itu ?”
<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Wingdings; panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:2; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:715663916; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:311300926 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l0:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:.5in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;} @list l1 {mso-list-id:1226646795; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:2127205552 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l1:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:.5in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;} ol {margin-bottom:0in;} ul {margin-bottom:0in;} -->
Hatim berkata : “wudhu’ zahir sebagaimana biasa yaitu membasuh semua anggota wudhu’ dengan air, sementara wudhu’ batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perjara :
- Bertaubat (kembali menuju Allah)
- Menyesali dosa yang dilakukan (istghfar)
- Tidak tergila-gila dengan dunia (zuhud)
- Tiidak mencari / mengharap pujian orang (ikhlas)
- Tinggalkan sifat berbangga diri (rendah hati=tawadlu’)
- Tinggalkan sifat khianat dan menipu (al-shidiq=jujur)
- Meninggalkan sifat dengki (qana’ah)
Seterusnya Hatim berkata :
- Kemudian aku pergi ke Masjid
- Aku persiapkan semua anggota badanku
- Menghadap kiblat
- Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan
- Aku bayangkan Allah ada dihadapankau
- Surga disebelah kananku
- Neraka disebelah kiriku
- Malaikat maut berada dibelakangku
- Aku bayangkan pula bahwa aku seolah-olah berdiri diatas titian ‘siratul mustaqim’
- Aku menganggap bahwa shalatku kali ini adalahshalat terakhirku
- Aku berniat dan bertakbir dengan baik
- Setiap bacaan dan doa dalam shalat kufahami maknanya
- Aku ruku’ dan sujud dengan tawadhu’
- Bertasyahhud dengan penuh pengharapan
- Aku memberi salam dengan ikhlas
“begirulah aku melakukan shalat selama 30 tahun”
Ketika Isham mendengar penjelasan Hatim, menangislah dia, karena membayangkan betapa ibadah yang dilakukan selama ini masij jauh dari sempurna bila dibandingkan dengan Hatim.
Last Updated (Sunday, 28 March 2010 19:10)















